Memasang pesawat Radio Komunikasi di kendaraan (Reposted)


Hi teman-teman pencinta, pemilik dan penggemar Trooper dan pengunjung website ini  dimana pun berada.  Apa kabar semuanya….? Sehat-sehat dan bergembira bukan…?  Baik-baik…  saya  sangat senang melihat semua teman-teman dalam kondisi yang luar biasa sehat dan bahagia.

My Tower antenna

My Tower antenna

RADIO KOMUNIKASI 2 METER BAND

Kali ini saya kembali mengunjungi anda semua untuk berbagi mengenai penggunaan perangkat radio komunikasi di da Trooper ataupun dikendaraan lainnya. Sebelumnya saya ingin sedikit memberi penjelasan jenis-jenis radio komunikasi, cara pemasangan  di kendaraan dan  manfaat dan cara penggunaannya yang benar. Simaklah tulisan berikut ini.

Perkembangan Radio Komunikasi.

Pada perkembangannya perangkat radio komunikasi saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat.  Pada awal mulanya radio komunikasi dibuat untuk melakukan komunikasi jarak jauh yang praktis dan tanpa kabel. Radio komunikasi mulai dikembangkan pada saat Perang Dunia II oleh negara-negara yang terlibat dalam peperangan. Utamanya adalah untuk menyampaikan perintah kepada serdadunya untuk melakukan serangan dan  menyusun strategi penyerangan. Pada jaman itu, komunikasi tidak dapat belangsung semudah sekarang ini, karena keterbatasan perangkat, sehingga mode CW (Continous Wave) sangat berperan, mode phone juga sangat sulit dilakukan saat itu karena keterbatasan perangkat radio komunikasi.

Setelah Perang Dunia berakhir tekhnologi radio komunikasi semakin berkembang. Perkembangan ini tidak terlepas dari adanya para amatir radio di seluruh dunia yang selalu ber eksperimen membuat trobosan-trobosan baru yang akhirnya selalu menemukan hal-hal baru dalam tekhnologi radio komunikasi. Ditemukannya transistor untuk mengganti tabung juga sangat mempengaruhi perkembangan radio komunikasi. Setelah terbentuknya badan telekomunikasi dunia atau International Telecominication Union atau (ITU) semakin mempertegas  dan menggiatkan riset dan pengembangan radio komunikasi dunia, sehingga di negara-negara diseluruh dunia juga terbentuk berbagai organisasi radio komunikasi  dengan berbagai nama. 

My Call Sign

My Call Sign

Pun juga di Indonesia dibentuk jugalah Organisasi Amatir Radio Indonesia melalui konferensi yang dilaksanakan pada tahun 1967 dimana pada tahun itu juga disepakati terbentuknya Organisasi Amatir Radio Indonesia yang disingkat ORARI seperti yang kita kenal saat ini.

Setelah masa perang berlalu, radio komunikasi mulai berpindah fungsi sebagai alat komunikasi yang cukup efektif terutama didaerah-daerah terpencil yang sulit dilalui.  Saat itu radio komunikasi yang dipakai adalah SSB atau Single Side Bandyang bagi orang awam, SSB sangat-sangat tidak nyaman ditelinga karena suara lawan bicara kita terdengar sangat aneh cenderung kurang jelas. Namun SSB transmission mempunyai keunggulan dalam jarak pancar yang jauh lebih kuat dari mode lainnya FM maupun AM sehingga mode SSB lah yang paling efektif dipakai dalam komunikasi. Sampai saat ini mode SSB masih sangat banyak dipakai oleh perusahaan pengeboran minyak,  Perusahaan penerbangan, sampai tentara pun masih banyak juga yang mempergunakan mode SSB untuk mode komunikasinya.

Pada awal tahun 1980an ditemukanlah  IC  (Integrated Circuit) dimana didalam IC itu tercetak rangkaian tertentu yang sangat presisi dan berukuran kecil. IC ini akhirnya membuat ukuran radio komuniksi semakin kecil, semakin kompak dan semakin ringan, dibandingkan dengan jaman sebelum IC ditemukan.  Pesawat radio yang dulu  masih menggunakan transistor dan tabung pada komponen-nya berukuran sangat besar, namun dengan IC ukuran radio sejenis dapat menghemat ruang hampir 50%-nya. 

Perkembangan tekhnologi dan sains membuat berbagai kemudahan dalam bereksperimen dan tentu juga membuat biaya riset menjadi semakin murah. Hal ini mendorong produksi radio komunikasi semakin banyak dan berbagai merk radio komunikasi juga mulai bermunculan seperti Alinco, Icom, Trio Kenwood, Furuno, Motorolla,Standard, Sommercam, Yaezu Muzen dan belakangan ini berbagai merk radio dari China banyak bermunculan seperti, Starcom. Wierwe, VEV, Firstcom  dan lain sebagainya sedangkan sebelumnya hanya beberapa merk lawas seperti Sommercam; Yaezu, Trio Kenwood, Icom yang masih analog dengan tabung dan transistor.

Jenis-jenis radio dan fungsinya.

Dari frekwensi kerjanya, radio komunikasi dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok yaitu :

-HF atau High Frequency Transceiver adalah radio komunikasi yang bekerja pada rentang frekwensi  0 sampai dengan 60 Mhz. Radio jenis ini mempunyai beberapa mode dalam operasinya yaitu, AM (Amplitude Modulation), FM (Frequency Modulation), USB (Upperside Band), LSB (Lower Side Band) dan juga CW atau Continuous Wave yang dipakai untuk mengirim dan mendengar morse. Panjang gelombang radio ini mulai dari 1 sampai 160 meter (wave length). Radio jenis ini tidak memerlukan power yang besar untuk menjangkau jarak yang jauh, namun sayangnya rambatan gelombangnya tidak merata, sehingga kurang efektif untuk komunikasi bisnis yang memerlukan akurasi dan kecepatan penyampaian berita.

-VHF atau Very High Frequency adalah radio komunikasi yang bekerja pada rentang frekwensi 100,000.00 Mhz sampai dengan 180,000.00 Mhz atau yang sering kita sebut radio 2 meteran karena panjang gelombang radionya adalah sekitar 2 meter. Karena kemudahan pemakaian dan kejernihan suaranya yang sempurna radio 2 meteran lebih cepat akrab dikalangan breaker. Radio 2 meteran relatif memerlukan power yang besar untuk mendapatkan jangkauan yang luas. Dan memerlukan antenna yang cukup tinggi untuk menjangkau daerah yang lebih jauh. Rambatan gelombang dari radio jenis ini cukup merata. Pada awal kemunculan radio ini diawal tahun 1970an, perangkat radionya masih mempunyai mode SSB, CW dan FM. Namun seiring permintaan pemakai, akhirnya radio 2 meteran yang baru hanya dibekali dengan frequency FM saja.

ALL BAND YAEZU FT 102

ALL BAND YAEZU FT 102

-UHF atau Ultra High Frequency adalah radio komunikasiyang bekerja pada rentang frekwensi 430,000.00 Mhz sampai dengan 480,000.00 Mhz atau yang sering disebut radio U atau 70 centimeter karena panjang gelombangnya cuma 70 centimeter sehingga daya jelajahnya frekwensi sangat merata, namun sayang jarak transmit yang tidak begitu jauh. Radio jenis ini banyak dipakai oleh polisi yang diperkuat dengan Radio Pancar Ulang di beberapa titik untuk membuat daya pancar yang merata diberbagai tempat. Power yang dibutuhkan juga mendekati radio 2 meter.

Demikian sekilas mengenai jenis-jenis perangkat radio komunikasi yang ada.

Pemasangan radio komunikasi di kendaraan kita.

Pada kesempatan ini kita akan membahas cara pemasangan radio komunikasi VHF atau 2 meteran yang umum kita pergunakan didalam kendaraan. Yuuuk kita bahas.

Peralatan yang dibutuhkan :

-Kabel  untuk power merah dan hitam dengan ukuran inner paling tidak 3 milimeter  masing-msing sepanjang 4 meter. Jangan memakai kabel listrik rumah,

- Kabel antenna RG58 atau Teplon sepanjang  kurang lebih 3 meter,  

- Bracket connector antenna. Model jepit atau yang langsung ditanam di bumper.

- Beberapa cable tie untuk mengikat kabel agar rapi.

- Pesawat radio komunikasi Rig.

- Antenna mobil

Memilih Pesawat Radio.

Pilihlah radio yang berukuran kompak namun kuat, mengingat radio akan ditanam di dashboard sehingga tidak membuat dashboard terkesan kurang rapi. Saat ini dipasaran banyak merk radio 2 meter yang kecil mungil namun mempunyai daya transmit yang kuat sampai 50 Watt. Dengan daya pancar sebesar itu, wilayah yang dicover dapat sejauh 25 sampai 50 kilometer tergantung posisi mobil dan antenna yang dipergunakan. Saran saya pilihlah radio dengan merk yang sudah establish mengingat radio yang tidak jelas merknya akan sulit untuk diperbaiki jika terjadi kerusakan.

Memilih Antenna mobile.

Antenna mobil adalah salah satu komponen yang terpenting disamping pesawat radio-nya.  Ada berbagai macam antenna dan merek tersedia dipasaran dengan harga yang bervariasi.  Untuk kita yang sering keluar masuk hutan, pilihlah antenna model lurus yang tidak ada loading / sambungan ditengahnya. Sedapat mungkin pilihlah yang paling pendek,mengingat antenna kita akan sering tersangkut pada dahan saat masuk hutan, sehingga tidak mudah patah.

Antenna yang bagus adalah antenna yang memiliki panjang paling pendek 5/8 lambda atau 5/8 dari panjang gelombang. Pada radio 2 meter panjang antenna yang paling ideal itu adalah 100 sampai 125 centimeter. Merk Larsen, Commet dan Diamond serta Daiwa menjadi pilihan yang bijaksana.

Memasang pesawat radio di dashboard.

Untuk sebagian besar kendaraan, radio komunikasi paling aman dipasang / digantung di dashboard bagian bawah. Untuk Trooper tahun 90 ke atas dengan dashboard model  terakhir radio dapat dimounting di bawah radio/tape.

Umumnya masing-masing radio telah membawa bracket/pegangan bodi radio.  Pasanglah bracket-nya terlebih dahulu dengan membuat lubang baut di bawah dashboard.

Setelah bracket terpasang dengan kuat. Kini kita akan meng-instalasi kabel power dan kabel antenna.

Untuk kabel power masukkan kabel hitam dan merah menembus firewall mesin agar menjangkau lokasi battery. Tempatkan kabel agar rapi dan aman, jangan sampai terjepit karena sangat berbahaya dan bahkan dapat terjadi arus pendek jika kabel positif terjepit dan terkelupas. Sebaiknya pasang sekering untuk audio mobil untuk pengamannya.

Untuk memudahkan kita jika sewaktu-waktu membongkar pasang pesawat radio, pasanglah klem terminal untuk kabel listik pada ujung kabel merah dan hitam tadi. Jika sewaktu-waktu kita ingin melepas radio dari kendaraan, kita cukup melepas kabel power radio dari terminal ini, tanpa harus membongkar keseluruhan kabel power.

Setelah kabel power terpasang dengan sempurna dan aman, pasanglah kabel antenna. Fikirkanlah dimana antenna ditempatkan.  Secara teori batang / pecut antena haruslah berdiri tegak dan bebas hambatan dari bodi kendaraan. Hal ini mutlak karena jika ada hambatan didekat batang / pecut antenna, maka daya pancar maupun daya receive tidak akan optimal. Jika kendaraan masih belum memakai bumper yang sudah ada dudukan connector antenna, tempat yang paling bagus untuk antenna adalah diatas kap mesin disisi kiri atau kanan sama saja. Pasanglah bracket model jepit terlebih dahulu di kap mesin. Siapkan kabel khusus untuk antenna. Kabel antenna yang cocok di mobil adalah tipe RG58 karena ukuranya yang kecil, ada juga jenis kabel lain yang terbuat dari teplon dengan ukuran yang hampir sama besar  dengan RG58 namun mempunyai daya hantar yang lebih bagus untuk di mobil. Instalasikan kabel menembus firewall dan selipkan dengan aman di balik karpet sampai ujungnya mencapai konektor pada bodi rig dan ujung yang satunya mencapai konektor antena di bracketnya dikap mesin atau di bumper. Pasang dan solder ujung kabel dengan connector antenna yang ke bodi pesawat radio, dan ke connector antenna. Nah instalasi dan pemasangan kabel antenna sudah selesai.  Jika sudah menggunakan bumper model ARB atau TJM dimana lubang unruk connector sudah tersedia, maka bracket tidak lagi diperlukan, cukup memasang konektornya saja. Periksalah sambungan kedua konektor dengan avo meter dan pastikan bahwa inner dan ground kabel tidak ada bocor atau korslet.

Kemudian sambungkan semua ujung kabel tadi. Kabel power disambung ke aki, jangan sampai terbalik memasang kutub-kutubnya. Positive ke positive dan negative ke negative. Kemudian pasangkan antenna di connectornya, kemudian masukkan connector kabel antenna ke connector yang di pesawat radio, kemudian kencangkan mur penguncinya.

Setelah semua proses tadi selesai, saatnya kita mencoba radio. Periksalah sekali lagi pemasangan kabel-kabel tadi untuk memastikan bahwa semuanya telah terpasang dengan benar.

Hidupkanlah pesawat radio. Cari frekwensi dimana ada orang yang berbicara. Kemudian perhatikan signal penerimaan pada radio kita. Jika signal dan suara yang berbicara cukup kuat dan seimbang, berarti pemasangannya kabel-kabel sudah benar.  Cobalah masuk dan minta report dari lawan bicara kita bagaimana penerimaan dan kwalitas suara kita diterima.

Untuk memastikan bahwa antenna dan daya pancar radio telah sempurna, sebaiknya dilakukan pengukuran kelayakan dengan mengukur SWR (Standing Wave Ratio) pada antenna. Pengukuran ini dapat kita lakukan sendiri dengan memasang SWR meter diantara radio dan antenna.Untuk antenna mobile SWR yang ideal adalah antara 1.2 sampai dengan 1.7 masih layak, jika lebih dari 1.7 radio akan cepat panas dan jika dibiarkan final power akan cepat lemah dan akhirnya tidak dapat transmit lagi.  Untuk diketahui Final power harganya cukup mahal. Mulai dari Rp.800.000,- sampai dengan Rp.1.025.000,- bergantung merk radio.

Jika SWR (Standing Wave Ratio) diats 1.7 sebaiknya dilakukan proses matching antenna. Ada berbagai cara yang umum dilakukan. Yang paling penting kita ketahui adalah, semakin tinggi frekwqensinya maka pecut antenna semakin pendek,demikian sebaliknya semakin rendah frekwensi kita biasa bermain maka pecut antena akan semakin panjang untuk mencapai matching di range SWR 1.2 sampai 1.7 tadi. Umumnya antena mobil sudah diset di frekwensi tengahnya pada 144.000 Mhz. Artinya antena akan sangat matching jika kita bermain direnge frekwensi ini. Jika kita bermain terlalu diatas atau terlalu dibawah dari frekwensi ini, maka antena harus disesuaikan panjangnya.

Jadi tentukan frekwensi kerja dahulu dimana kita akan sering berkomunikasi. Setelah itu ukurlah SWR nya dengan SWR meter. Jika SWR nya melebih range terbaiknya, coba longgarkan baut L pengunci pecut dan tariklah ujung pecutnya agar lebih panjang sedikit. Jika semakin tinggi, coba sebaliknya. Jika SWR masih terlalu tinggi juga, ada baiknya mengkalibrasi atau me matching kabel antena dengan melakukan pemotonga sedikit demi sedikit sampai ditemukan angka SWR yang paling optimal. Oh ya, panjang kabel antena yang dianjurkan mulai 2.75 meter dan akan dipotong sampai menemukan SWR terbaiknya.

Hamsack amateur radio

Hamsack amateur radio

Satu hal lagi, sebagai warga megara yang baik dankarena kita sudah memakai frekwensi sebaiknya kita mendaftar menjadi anggota disalah satu organisasi radio yang sah yang diakui oleh pemerintah, seperti Organisasi Amatir Radio Indonesia atau Radio Antar Penduduk Indonesia sehingga kita mendapat ijin komunikasi.

Demikian sharingnya untuk memasang perangkat radio komunikasi 2 meter di dalam kendaran kita. Semoga dapat memberi manfaat dan menambah wawasan kita semua.

Selamat ber komunikasi dalam mobil.

Salam dari Bali

Dewa

DK999YQ

Hi-Roof-Black-Trooper

Mobile 0816572800 – 03617883956

About these ads

2 thoughts on “Memasang pesawat Radio Komunikasi di kendaraan (Reposted)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s